Peredaran senjata api ilegal meresahkan masyarakat Maluku


Perkelahian atau pertikaian masal yang terjadi di masyarakat di Maluku serasa tidak ada berhentinya. Semua ini tidak lepas dari masih adanya peredaran senjata api ilegal yang ada di masyarakat, baik standar atau rakitan. Dengan memiliki senjata api, setiap orang merasa memiliki kekuatan yang cukup untuk menyerang “musuhnya”, tanpa mereka sadar bahwa “musuhnya” juga memiliki senjata api yang sama. Sebagai akibatnya beberapa nyawa melayang dengan sia-sia.

Adalah tidak salah kalau ada yang mengatakan kalau pembangunan di Maluku ketinggalan 10 tahun di belakang daerah lain, dikarenakan di daerah ini sarana dan prasarana pembangunan, seperti jalan, gedung, pasar, tempat olahraga, dan lain-lain masih berada dalam kondisi yang minim baik dalam kuantitas maupun kualitas. Apalagi penyebab semua ini apabila bukan kerusuhan!

Dengan menyadari bahwa kepemilikan senjata api ilegal bisa mendorong ke arah ke arah terjadinya pertikaian atau lebih jauh lagi kerusuhan (antar orang, antar penduduk, antar golongan, antar agama), maka sudah sepantasnya setiap orang, dengan kesadarannya menyerahkan senjata api mereka kepada aparat, baik keada polisi atau kepada TNI. Kepemilikan senjata api secara tidak sah dapat dikenai sangsi hukum, sedangkan aparat sudah memberikan jaminan untuk tidak memberikan tuntutan hukum kepada mereka yang menyerahkan senjata api mereka secara suka rela. Jadi tunggu apa lai? Kalau pengin nyaman, pengin Maluku maju, mari katong samua serahkan senjata api kepada Tentara atau kepada Polisi. Danke lai!.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kasi kami komentar