Korupsi di Maluku

(Beta (merasa) bukan koruptor, jadi bolehlah menulis tentang korupsi. Tentulah tulisan ini berasal dari berbagai sumber, bukan pemikiran beta semata).

Ketertinggalan pembangunan dan korupsi.Tidak begitu salah kalau ada pernyataan pembangunan di Maluku (Prop. Maluku dan Prop. Maluku Utara) tertinggal 5 tahun di belakang propinsi lain. Fakta di lapangan seperti kota yang kumuh, anak-anak pengemis yang banyak berkeliaran, pemuda-pemuda maupun orang tua yang menganggur, maupun pertikaian penduduk (menandakan adanya ketidakmatangan emosional) yang hampir tiap hari terjadi merupakan bukti ketertinggalan pembangunan Maluku, dari segi fisik maupun psikologis.Hampir setiap hari koran lokal memberitakan adanya tindakan korupsi yang dilakukan oleh para pejabat di Maluku. Beberapa Milyar rupiah yang seharusnya bisa disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat telah masuk ke kantong pribadi segelintir orang (nggak kenal dosa kali??). Berapa banyak pembangunan yang prasarana dan bangunan yang terhambat? Mengapa jalan dari Piru hingga Bula (di P. Seram) hingga saat ini masih seperti jalan sapi? Mengapa para pengungsi hingga saat ini masih telantar terlunta-lunta di pemukiman? Mengapa pasar Mardika dan Batumerah masih seperti tempat jualan ternak? Itulah dampak dari korupsiMengapa Koruptor (seperti) merasa tidak berdosa?Banyak orang melakukannya! Itulah jawaban paling aman. Ketika banyak orang melakukan berarti sesuatu telah menjadi kebiasaan.

Hampir sama dengan penjarahan atau pembunuhan yang dilakukan banyak orang. Dengan melakukan beramai-ramai maka tindakan itu seolaholah menjadi sah. Kalau semua ikut seakan sama dengan untuk kepentingan umum. Siapa berani melawan kepentingan umum?Koruptor di Indonesia (dan Maluku khususnya) banyak menikmati ringannya atau tiadanya sanksi hukuman. Lemahnya pengawasan serta korupsi yang bersifat kolektif dan sistmatis menyebabkan orang merasa aman untuk korupsi. Seorang Boss akan merasa leluasa untuk korupsi karena ia bisa berdalih ”memikirkan kesejahteraan karyawan”. Karyawan juga akan mengamankan tindakan sang Boss karena ia juga mendapat sekepeng dua kepeng hasil korupsi sang Boss. Jadi??? Ya gitu deh .....Sebagian uang korupsi disucikan dengan digunakan untuk keperluan orang banyak, kepentingan partai, lembaga amal, rumah yatim, membangun rumah ibadah, membantu korban bencana, dan sebagainya. Dengan mengalokasikan sebagian hasil korupsi untuk keperluan itu, koruptor merasa telah melakukan pemaafan atas kejahatannya. Perasaan makin ringan lagi, bila berkat korupsi, koruptor bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan membeli saham atau membangun perusahaan. Kehidupan banyak keluarga terselamatkan.

Kok susah diberantas?

Akibat buruk korupsi akan terasa dalam jangka panjang. Semakin parah korupsi biasanya juga menyebabkan semakin besarnya tingkat kemiskinan. Pada hakekatnya perilaku korupsi adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan untuk kepentingan pribadi sehingga tujuan organisasipun terabaikan. Jadi korupsi erat kaitannya dengan kekuasaan dan kewenangan sehingga ada istilah “Kekuasaan cenderung mengarah ke perilaku korupsi”. Dalam konteks ini, siapapun yang memegang kekuasaan akan punya peluang untuk melakukan korupsi.Perilaku korupsi bisa mengambil banyak bentuk tergantung jenis kewenangan dan kekuasaan. Seorang pimpinan proyek melakukan korupsi dengan praktek markup. Petugas bagian pembelian melakukan korupsi dengan menerima uang pelicin dari supliernya sehingga keputusan pembeliannya patut diduga akan terpengaruh dengan uang pelicin ini. Seorang petugas pajak melakukan korupsi dengan memanfaatkan informasi Wajib Pajak untuk kepentingan pribadinya, misalnya dengan kolusi memperkecil jumlah pajak. Seorang bagian mutasi bisa memperjualbelikan posisi-posisi dan tempat-tempat tertentu. Bahkan seorang gurupun bisa melakukan korupsi dengan menjual nilai kepada siswanya. Pokoknya hampir di semua kantor baik pemerintahan maupun swasta korupsi bisa dilakukan.

Indonesia, seperti kita ketahui adalah termasuk negara-negara paling korup di dunia. Dan Maluku adalah bagian dari Indonesia (Nah lho!!!!). Rasanya pernyataan ini susah dibantah. Realita sehari-hari menunjukkan hal itu. Kita kerap menjadi korban perilaku korup tersebut, atau bahkan menjadi pelaku perilaku korup. Sampai-sampai ada anekdot, kalau di negara lain korupsi dilakukan dibawah meja, kalau di Indonesia, mejanya juga ikut dikorupsi. Bahkan banyak yang berpendapat korupsi sudah menjadi budaya bangsa kita.

Ciri-ciri korupsi.

Menurut seorang ahli korupsi (bukan berarti pinter korupsi lho..) ciri-ciri korupsi, antara lain yaitu :
1. Biasanya melibatkan lebih dari satu orang
2. Melibatkan keserbarahasiaan kecuali telah berurat berakar
3. Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik (tidak selalu uang)
4. Pelaku biasanya berlindung di balik pembenaran hukum
5. Pelaku adalah orang yang mampu mempengaruhi keputusan
6. Mengandung penipuan kepada badan publik atau masyarakat umum
7. Pengkhianatan kepercayaan
8. Melibatkan fungsi ganda yang kontradiktif
9. Melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban
10. Kepentingan umum dibawah kepentingan khusus

Itulah ciri-ciri dari tindakan korupsi. Apakah kita melihatnya di sekitar kita? Apakah orang-orang terdekat kita yang melakukannya?

Penyebab korupsi.

Ada banyak hal yang memicu dilakukannya korupsi. Beberapa hal yang menjadi penyebab korupsi, antara lain yaitu :
1. Ketiadaan/kelemahan kepemimpinan dalam posisi kunci yang mempengaruhi tingkah laku menjinakkan korupsi
2. Kelemahan pengajaran agama dan etika
3. Konsumerisme dan globalisasi
4. Kurangnya pendidikan
5. Tidak adanya tindak hukuman yang keras
6. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi
7. Struktur pemerintahan
8. Perubahan radikal/transisi demokrasi

Kalo kita melihat kondisi-kondisi tersebut maka bersiap-siaplah. Awas di sini akan ada Korupsi!!!.

Bagaimana memberantas korupsi?

Nah... bagian ini anda semua yang harus menulis. Paling tidak mulailah dari diri sendiri. Yang pelajar jangan suka bohongi ortu tentang uang jajan dan tranport kamu. Yang pegawai jangan suka korupsi waktu (Hai..., masak jam 10 pagi su nongkrong di rumah kopi, 3 jam ngobrol tidak jelas). Yang tentara dan Polisi, jang berantem terus ooiii..., itu peluru dari uang rakyat!!!!.Orang Maluku harus bangkit.Tentu kita sepakat korupsi adalah musuh bersama (bahasa psikologinya ”common enemy”). Ingat kita adalah wilayah yang kaya. Di saat orang Jawa makan ikan asin dengan harga yang mahal, kita cukup kepantai bawa kail, 2 menit ikan su datang menghampiri. Sumber protein yang sangat tinggi banyak terdapat di laut, dan protein adalah unsur utama yang mendukung kecerdasan seseorang.

Dengan demikian katong semua (seharusnya) bisa menjadi masyarakat yang cerdas. Tapi kenyataan berkata lain, karena anak-anak Maluku masih belum mampu bersaing dalam bidang olah pikir dengan anak-anak dari Jawa, Sumatera, dan Makasar. Jadi dengan menghancurkan korupsi maka semua sumberdaya akan bisa dimanfaatkan. Jalan menjadi mulus dan lancar, teknologi tersebar ke seluruh pelosok, sekolah dengan fasilitas lengkap, kesehatan menjadi milik semua orang, beribadah dengan tenang, Islam dan Nasrani bersama-sama bahu-membahu membangun, semua rukun seng ada baku kelahi. Itulah dambaan kita sehingga tanah Maluku ini menjadi tanah yang disegani dan mampu menyiapkan penduduknya menjadi pemimpin-pemimpin yang memiliki andil bagi kelangsungan dan kejayaan negara Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kasi kami komentar