Teman-teman yang tersesat



By : Hary

Foto di atas adalah foto dari teman-teman yang telah salah memilih jalan. Mereka satu persatu telah menerima vonis dari pengadilan atas tindakan mereka mengibarkan bendera RMS di Gunung Nona. Kini tinggalah keluarga mereka yang sengsara, terlunta-lunta mencari nafkah.

Separatis FKM/RMS di di Maluku merupakan kelanjutan dari RMS. Mereka adalah boneka Belanda yang sejak 25 April 1950 memberontak kepada pemerintah, namun akhirnya berhasil ditumpas oleh seluruh rakyat Indonesia khususnya rakyat Maluku pada tahun 1963. Beberapa aktifitas menonjol gerakan separatis FKM/RMS untuk menjaga eksistensinya antara lain :

  • Dokter Alex Manuputty kabur ke Amerika sejak tanggal 19 Nopember 2003 dan berusaha memasukan FKM/RMS kedalam agenda PBB.
  • Pada tanggal 18-23 Januari 2004 di London Inggris telah dilaksanakan pertemuan Rekonsiliasi Maluku yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh IICOR yang merupakan rekayasa FKM/RMS.
  • Pada tanggal 2 April 2004 telah tiba di Kota Ambon salah satu tokoh RMS An. Farida Tomasoa ( Mantan duta keliling FKM/RMS untuk Eropa dan Asia) mengadakan rapat tertutup dengan simpatisan FKM/RMS di Hotel Wijaya-I.
  • Pada tanggal 25 April 2004 terjadi kerusuhan yang diawali dari provokasi FKM/RMS untuk mendapatkan perhatian internasional dengan membakar gedung UNOCHA ( perwakilan PBB), LSM Save Children.
  • Dokter Alex Manuputty dengan kelompok RMS di Amerika melakukan unjuk rasa didepan Konjen RI di Amerika beberapa hari setelah istrinya di Ambon ditangkap karena terlibat kegiatan makar 25 April 2004.
  • Melakukan tarian cakalele pada saat puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XIV di Ambon, 29 Juni 2007.

Saat ini masyarakat maluku mulai tidak respek dengan perjuangan beberapa orang yang akhirnya terbukti hanya untuk kepentingan pribadinya saja (Sumber : dari berbagai sumber).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kasi kami komentar